Tidak Seperti Kapal Biasa, Kenali 2 Kapal Penyelamat yang Digunakan BASARNAS di Laut!

Dalam beberapa waktu ini, pemerintah mendapat banyak keluhan dari masyarakat mengenai masalah pengawasan terhadap keselamatan kapal nelayan. Hal ini ditenggarai karena banyaknya kecelakaan yang menimpa kapal ikan dan perahu nelayan akhir-akhir ini. Dalam waktu beberapa bulan terakhir ini saja sudah terjadi 13 kali peristiwa kecelakaan yang dialami oleh kapal perikanan dan perahu nelayan pada perairan Indonesia. Mengetahui kehidupan nelayan di Indonesia yang rentan mengalami kecelakaan kerja saat melakukan kegiatan penangkapan ikan, pemerintah diingatkan agar lebih meningkatkan lagi pengawasan terhadap kapal nelayan, melengkapi mereka dengan alat keselamatan kerja, memberikan informasi dini, serta memastikan bahwa nelayan serta awak kapal nelayan mengikuti program asuransi nelayan. Pengawasan kepada kapal nelayan dan kapal perikanan sendiri adalah suatu kegiatan inpeksi yang dilakukan untuk memeriksa kelengkapan aspek keselamatan serta kesehatan kerja para awak kapal sehigga kemungkinan kecelakaan kerja akan berkurang.

Hal-hal seperti ini disebut- sebut sebagai amanah yang harus diemban oleh kontistusi. Namun apabila skenario terburuk terjadi, seperti halnya terjadi suatu kecelakaan dilaut. Maka untuk melakukan penyelamatan, pemerintah memiliki tim sendiri yang biasa disebut sebagai tim Basarnas. Basarnas memiliki kepanjangan Badan SAR Nasional. Badan ini mengemban tugas untuk bertindak setiap terdapat bencana atau kecelakaan baik di darat, udara, dan laut dengan melakukan pertolongan, pencarian, penyelamatan, serta evakuasi kepada masyarakat. Tentunya, dalam mengatasi kecelakaan yang terjadi di laut, maka Basarnas harus menggunakan kapal yang di desain secaya khusus yang sesuai dengan standar pencarian atau penyelamatan. Kenali dua dari beberapa kapal penyelamat yang biasa digunakan Basarnas untuk melakukan misi penyelamatan di laut ini!

  1. Rescue Ship
    Kapal penyelamat yang mempunyai nama Rescue Ship ini merupakan kapal yang dimiliki olegh Basarnas sebagai kapal kelas satu khusus SAR sebagai sarana penting melakukan pencarian serta pertolongan di laut. Kata Rescue Ship sendiri diambil dari bahasa Inggris yang memiliki arti ‘kapal penyelamat’. Anda bisa mengenali kapal penyelamat satu ini dengan melihat ciri khasnya yang memiliki panjang lebih dari 40 meter. Rescue Ship digunakan sebagai salah satu sarana dalam pengoperasian pencarian dan pertolongan dalam skala besar karena kapalnya sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR yang canggih. Anda juga dapat mengenali kapal penyelamat satunya ini dengan melihat dinding a tau lambung kapalnya yang biasanya terdapat tulisan ‘BADAN SAR NASIONAL’ dengan font yang cukup besar, hal satu ini juga bisa memudahkan korban untuk mengenali kapal penyelamat dan memberi kode para regu penyelamat agar bisa sesegera mungkin menyelamatkan dia.
  2. Rescue Boat
    Kapal selanjutnya yang digunakan basarnas sebagai saran transportasi penyelamatan adalah Recue Boat. Hampir sama dengan Rescue Ship, kapal penyelamat satu ini juga merupakan kapal versi SAR yang telah didukung dengan peralatan keselamatan di laut yang lengkap. Kapal Rescue Boat memiliki tiga jenis ukuran yang nantinya akan disesuaikan dengan jenis penyelamatan yang akan dilakukan. Yang pertama, Standar Rescue Boat Kelas II. Rescue Boat yang satu ini yang memiliki panjang 30 meter hingga 40 meter. Yang kedua, Standar Rescue Boat Kelas III. Anda bisa mengenali Rescue Boat yang satu ini dengan melihat panjang kapalnya yang berkisar antara 20 meter hingga 30 meter. Jenis yang terakhir adalah Standar Rescue Boat Kelas IV. Jenis terakhir Rescue Boat ini memiliki panjang terkecil yang berkisar antara 12 meter hingga 20 meter.
    Itulah dua dari beberapa kapal penyelamat milik Basarnas yang harus anda kenali. Jika anda berada di situasi darurat atau berada dalam kecelakaan dan bencana, anda bisa menghubungi 115 yang merupakan kontak emergency dari Basarnas.